Tasrip’s Weblog


AHMAD, MIRZA GHULAM
September 18, 2008, 10:38 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized

Ahmad, Mirza Ghulam (Qadian, India, 1255 H/1839 M-Qadian, 24 Rabiulakhir 1326/ 26 mei 1908) Pendiri dan pemimpin gerakan “Ahmadiyah” yang berpusat mula-mula di qadian, Gurdaspur (India), pemikirannya dalam bidang agama menjadi sekte Ahmadiyah. Para pengikutnya dari kelompok Qadiani menganggapnya Nabi sedangkan kelompok Lahore menganggapnya mujadid (pembaru). Gelar “Mirza” menunjukkan bahwa ia termasuk keluarga bangsawan keturunan “dinasti Mogul”. Nenek moyangnya mempunyai hubungan dengan keluarga Zahiruddin Muhammad Babur pendiri dinasti Mogul (5126-1530). Ayahnya adalah Hakim pemerintah colonial inggris di India.

Semasa kecil ahmad memperoleh pendidikan agama secara tradisonal dari keluarganya ia juga belajar bahasa arab dan persia ia senang melakukan meditasi sejak usia muda dalam keadaan seperti itu ia mengaku sering mendapat petunjuk langsung dari Allah SWT seperti mendapat makrifat dalam dunia “Sufi” tetapi ia sendiri tidak pernah dikenal sebagai sufi atau murid dari seorang guru sufi. Ketika ia berusia 40 tahun (1880) ia menulis buku “Barahin-i Ahmadiyah” (argumentasi Ahmadiyah) yang berisi antara lain pengakuan dirinya sebagai seorang almahdi.

Pada masa mudanya ahmad pernah tinggal di sialkot (india) mengikuti ayahnya yang sedang menyelesaikan perkara tanah disinilah ia berkenalan dengan orang-orang kristen dan mempelajari kitab sucinya Injil dan menyaksikan langsung misi kristenisasi, disini pula ia membaca komentar-komentar Sir Sayyid Ahmad Khan antara lain mengenai genesis dan tafsir Alqur’an, Ahmad kemudian mengkeritik tafsir alqur’an tersebut karena ia memandang tafsir itu menggunakan pendekatan naturalistik menurutnya tulisan-tulisan Ahmad Khan terlalu apologetik dan membanggakan kejayaan masa lampau padahal yang harus dihadapi adalah objektif masa kini.

Ketika ayahnya wafat pada tahun 1876 Ahmad kembali ke Qadian mengurus tanah milik keluarganya dan meneruskan kebiasaan lamanya yaitu meditasi, tahun 1877 di Punjab (india) ia menyaksikan kebangkitan Arya Samaj dan Brahma Samaj yaitu gerakan kesadaran ummat hindu. Peristiwa di saikot dan punjab membangkitkan semangat Ahmad untuk membangkitkan suatu gerakan dalam Islam.

Pada tanggal 4 maret 1889, Ahmad mengumumkan bahwa dirinya menerima wahyu langsung dari Allah Swt yang menunjuk dirinya sebagai Almahdi dan memberikan petunjuk bahwa manusia harus bai’at kepadanya. Bai’at pertama yang dilakukan oleh 20 orang pengikutnya di Ludiana dekat Qadian, salah seorang diantara mereka adalah Maulwi Nuruddin ( Gelar kehormatan, Paduka/ yang mulia) yang kelak menjadi khalifah pertama sepeninggal Ahmad.

Pada tahun 1891 Ahmad membuat pengakuan yang sangat menghebohkan ia mengaku sebagai Almasih Almau’ud (Almasih yang dijanjikan) dengan pengakuannya sebagai Almahdi dan almasih almaa’ud Ahmad seakan-akan hendak menjembatani ajaran kristen dan islam.

Sebagai seorang islam Ahmad mengakui kerasulan Muhammad SAW sementara itu ia berpendapat bahwa Yesus Kristus (Dalam agama islam disebut Isa al-masih) tidak meninggal ditiang salib karena ia segera ditolong dan dirawat oleh pengikutnya, kemudian mengadakan perjalanan ke timur dan hidup sebagaimana layaknya manusia biasa hingga akhirnya menetap dan wafat di Khasmir India kuburannya sekarang terdapat di Khan yar srinagar india.

Pemikiran-pemikiran Ahmad ditentang oleh para ulama islam terutama ulama Suni seperti Abdul Haqq al-gaznawi (seorang maulwi amritsar) Muhammad husain (Tokoh ahlul hadist dari Batala) dan Mullah Muhammad Bakhs (Ulama dari lahore). Perdebatan ini meluas sampai kemasalah politik Ahmad berpendapat jika ummat islam india ingin maju harus bersatu dengan inggris adapun ulam lain berpendapat inggris adalah penjajah dan harus diusir dari india.

Buku-buku yang ditulis Ahmad kemudian menjadi pegangan sekte Ahmadiyah seperti Barahin-i Ahmadiyah, Fath-i islami, Masih Hindustan man, Khasful Gita, Izala-i Ahwam, Mawaahib Arrahman, Haqiqat al wahyi dan Al wasiyah.

Sepeninggal Ahmad kepemimpinan dipegang oleh Maulwi Nuruddin sebagai khalifah pertama ia meninggal pada tahun 1914, kemudian kepemimpinan dipegang oleh Mirza Basiruddin Mahmud Ahmad adalah putra Ahmad yang berkedudukan di Qadian, kelompok inilah yang menganggap Ahmad adalah Nabi, adapun kelompok yang dipimpin oleh Kwaja Kamaluddin dan Maulwi Muhammad Ali hanya menganggap Ahmad sebagai Mujadid karena itu mereka memisahkan diri dan memusatkan kegiatannya di Lahore.

Konferensi organisasi islam sedunia pada tanggal 6-10 April 1974 dibawah anjuran Rabitah Al Alam al Islami tentang Ahmadiyah merekomendasikan :

1. Setiap lembaga islam harus mengalokasikan kegiatan kelompok Qadiani dalam tempat ibadah, sekolah, panti dan semua tempat kegiatan mereka yang destruktif.

2. Menyatakan sekte Ahmadiyah kafir dan keluar dari islam.

3. Memutuskan segala hubungan bisnis dan melaksanakan pemboikotan ekonomi sosial dan budaya terhadap kelompok Ahmadiyah.

4. Mendesak pemerintah-pemerintah islam untuk melarang setiap kegiatan pengikut Mirza Ghulam Ahmad dan menganggap mereka sebagai minoritas non islam serta melarang dari kelompok mereka memangku jabatan yang penting dalam negara.

5. Menyiarkan salina semua penerbitan yang dijadikan sekte ini sebagai tempat penyelewengan alqur’an.

6. Semua golongan yang menyelewengkan islam diperlakukan sama seperti Qadiani.

Pada tanggal 29 mei 1874 pengikut Mirza ghulam Ahmad dibawah pimpinan Mirza basiruddin ahmad yang berjumlah 3000 orang menyerbu kereta api dari Peshawar ke Karachi di stasiun Rabwah dan membantai penumpangnya antara lain 170 mahasiswa fakultas kedokteran Nisytar di Multan, sebagian besar mahasiswa itu adalah pendukung islam Jam’iyah at talabah. Peristiwa ini menggemparkan umat islam diseluruh dunia.


1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Yth terhormat Budak baong data yang saya tulis didapat vdari buku filosofi islam jilid v silahkan dicek kebenarannya

Komentar oleh tasrip




Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>